Hati Adalah Hijab
Man Arofa Nafsahu Faqod Arofa Robbahu, barangsiapa mau mengenal dirinya niscaya dia akan lebih mengenal ( di bukakan hikmah tuhannya ). Ilmu hikmah adalah ibarat sebuah lentera yang mampu melihat bahkan dalam kegelapan sekalipun, akan tetapi di perlukan sebuah hati yang istiqomah dan arif dalam memahami hikmah yang mampu memahami hikmah sebagai sebuah hakekat ilmu Allah yang dalam setiap peristiwa pasti terkandung sebuah manfaat / hikmah yang telah Allah berikan sebagai suatu pelajaran supaya manusia selalu berfikir dalam rangka mencari kebenaran atas ayat ayat Allah meskipun tetap dengan kesadaran bahwa otak manusia adalah sangat terbatas.
Akan tetapi apabila hati manusia apabila telah tertutup dengan Nafs , nafs dunia, ujub, khibir, riya, maka akan tertutuplah kearifan hati sehingga hati jadi beku dan di butakan akan segala ilmu Alloh tersebut. Salah satu bukti di butakannya hati manusia adalah ada seorang manusia yang menganggap suatu keilmuan adalah bisa di bedakan sebagai ilmu hikmah dan non hikmah. Hanya kebodohan dan kebutaan hatinyalah yang menutupi hikmah tersebut dari semua ilmu Allah. Karena Hikmah adalah melihat segala sesuatu bukan dari apa yang nampak, justru melihat sebuah pelajaran dan manfaat yang terkandung di dalam sebuah peristiwa, dunia hakekat adalah di mana Alloh memberikan hikmah sebagai sebuah pelajaran yang di berikan kepada manusia manusia yang tentunya hanya dengan kebersihan hati dan selalu menjaga prasangka baik terhadap Allah yang telah memberikan segala manfaat dan hikmah sebagai bentuk rohmatan lil 'alamiin kepada manusia.
Rasanya tidak akan ada manfaat yang akan kita dapatkan selama kita masih terbelenggu oleh nafs dalam hati kita , karena hati kita sesungguhnya adalah sebuah hijab yang mampu menjadi lentera dan menjadi penerang dalam memahami hikmah Allah dengan arif, sekaligus hati kita mampu membutakan kita dari segala rahmat Allah.
Ya ayatuhan Nafsul Muthmainah, Irji'i ila robbiki Rodhiyatan mardhiyah.
Maha Suci Engkau Lagi Maha Agung.
........tiada yg mustahil...
Sediakan Lima sebelum Lima Sediakanlah lima sebelum datang yang lima iaitu;
1. Hidupmu sebelum matimu.
2. Semasa sihatmu sebelum datang masa sakitmu.
3. Waktu lapangmu sebelum datang masa sempit dan sulit mu.
4. Waktu mudamu sebelum sampai datang masa tuamu.
5. Sewaktu kayamu sebelum datang masa miskinmu.
