Titik........

  

Huruf-huruf adalah pertanda tinta; tiada satu pun

Kecuali yang diminyaki tinta; warna miliknya sungguh khayali,

Warna tinta itulah yang muncul sebagai wujud nyata.

Namun tak dapat tinta dikatakan pisah dari adanya.

Batin huruf-huruf terletak dalam rahsia tinta,

Dan penampakan lahirnya melalui ketentuan-dirinya.

Huruf-huruf itu adalah ketentuan-ketentuannya,

perbuatan-perbuatannya.

Dan tiada apa pun selain ia,fahami kiasan ini!

Huruf-huruf itu bukan ia; katakan bukan ia,jangan katakan mereka adalah ia.

Mengatakan demikian keliru,dan mengatakan"ia adalah mereka" adalah iguan

gila.

Sebab ia sudah ada sebelum huruf,ketika belum ada huruf;

Dan ia tetap ada,bilamana huruf sama sekali sudah tak ada.

Lihat dengan baik setiap huruf;segera akan kau lihat binasa

Kecuali wajah tinta yang tinggal;

Walaupun begitu,bagi seluruh penampakan lahir mereka,huruf-huruf

tersembunyi

Mereka lebur dalam tinta,sebab penampakan mereka tak lain

penampakan tinta.

Huruf tak menambah apa-apa pada tinta,dan tak mengambil

sesuatu pun,

Ia hanya menyingkap kepaduannya dalam aneka rupa.

 merujuk ayat Qudsi: Aku adalah Harta tersembunyi dan Aku ingin diketahui;

maka Kuciptakan dunia.

Dalam suasana Ramadhan ku menulis.

KITA BUKAN SIAPA SIAPA

 

sering kita lupa bahwa kita ini pernah tiada

sering pula kita lupa bahwa kita ini tiada daya 

KITA BUKAN SIAPA SIAPA JUGA  BUKAN APA APA
 
Jika DIA tak menciptakan kita
dari ketiadaan itu
apakah bisa menuntut keberadaan ini....?

Kita bukan siapa siapa....
bahkan bukan apa apa.
ketika kita masih tiada ,
sebelum ke murahanNYA
menciptakan kita.
 
Siapakah kita…?

Kita   hanyalah ketiadaan...............
Yang tak ada dalam gelap
Yang tak ada dalam terang
Yang tak ada didaratan
Yang tak ada dilautan
Yang tak ada diseluruh lapisan langit
Yang tak ada diseluruh lekukan bumi
Yang tak ada disetiap sisi ruang jagat raya
Yang tak ada disemua bentangan waktu
Bahkan sebenarnya TAK ADA DIKETIADAAN PUN.

Renungkanlah....!!!!!!
Untuk semua yang kini telah Berkenan diadakanNYA
Lalu ketahuilah kemana kelak kita ditempatkanNYA.
Masihkah kita memiliki ruang bagi kesombongan kita...?

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu.

Jika Nabi Muhammad datang ke rumahmu,
Untuk meluangkan waktu sehari dua hari bersamamu,
Tanpa kabar apa-apa sebelumnya,
Apakah yang akan kau lakukan untuknya?

Akankah kau sembunyikan buku duniamu,
Lalu kau keluarkan dengan cepat kitab hadis di rak buku?
Atau akankah kau sembunyikan majalah-majalahmu,
Dan kau hiasi mejamu dengan Al Qur’an yang telah berdebu?
Akankah kau masih melihat film X di TV,
Atau dengan cepat kau matikan sebelum dilihat Nabi?
Maukah kau mengajak Nabi berkunjung ke tempat yang biasa kau datangi,
Ataukah dengan cepat rencanamu kau ganti?
Akankah kau bahagia jika Nabi memperpanjang kunjungannya,
Atau kau malah tersiksa karena banyak yang harus kau sembunyikan darinya? 
 

Jika Nabi Muhammad tiba-tiba ingin menyaksikan,
Akankah kau tetap mengerjakan pekerjaan yang sehari-hari biasa kau lakukan?
Akankah kau berkata-kata seperti apa yang sehari-hari kau katakan?
Akankah kau jalankan sewajarnya hidupmu seperti halnya jika Nabi tidak ke rumahmu?

Sangatlah menarik untuk tahu
Apa yang akan kau lakukan
Jika Nabi Muhammad datang, mengetuk pintu rumahmu.